Kamis, 23 Februari 2012

Puisi Farmasi

yohaaa,,,long time no see,,,uuuuuu
udah skian lama gw gk ngepost lagi,,
kiki? iam back,,tetetetet tet *gaya wondergirl :))

february ?? kata orang bulan ini bulannya kasih sayang (bawaan tanggal 14 kali ya,,kalo tanggal 14 di skip dari 13 langsung 15 mungkin bulan ini gak disebut bulan kasih sayang,,*pengandaian ngawur ckckc ),,,
oke berhubung ini masih bulan february boleh donk kita sun sayang ke semua orang disekitar kita ummmahh *infotaiment*

postingan kali ini tentang puisi cinta yang pernah gue buat 3 tahun yang lalu,, umm emm agak geli juga sih mau ngepostinginnya :|,,,ini puisi bukan sembarang puisi loh,,dibuat dengan penuh perasaan, membutuhkan literatur yang gak sedikit ratusan bahkan ribuan,,weleh,, judulnya "Farmakokinetik Cinta",,,setelah hampir 3 thun kuliah gue gk nyangka baru 5 bulan kuliah di farmasi aja  udah sok bikin puisi kayak gini ckckc ,,jadi untuk petinggi petinggi farmasi mohon maaf apabila ada kesalahan makna dari puisi yg saya buat *bow*
oke langsung aja check it out,,, ^__^

Farmakokinetik Cinta
Terpana bersama Saat terikat hidrogen akan wajahnya
Tak sadar telah menghipnotis pandanganku
Reseptor jiwa menangkap getaran aneh hingga ke dada
Cito. . .segera ingin ku tau akan dirimu
Sebab terlanjur telah kau sebar toksik cintamu
Motorik menghantarkan implusnya Hingga  ke sanubari
Kuingin mencuri semua antitoksin yang ada,
agar rasa ini abadi tak  lekas terekskresi
Laksana corrigens coloris rasa ini warnai duniaku
Cintamu ber corrigens odoris menebar wangi dalam hidupku
Tak ingin absorbsi jemu hentikan bayangmu di benakku
Sebab tlah ku simpan rapat-rapat  dalam kapsul pikiranku
Tapi sesalku tiba
Mengapa dahulu tak terungkap mengendap di dasar jiwa
Kini wajahmu tinggal imajinasi semu
Telah kau injeksikan rindu akan mu, intravena mengalir dalam darahku
Menyesakkan pikiran saat mengingatmu
Kubutuh ihhaler cintamu, kasih sayangmu
Bila kan bertemu lagi
Ku butuh analgetika segera,
Migrain menyerang, mencari pasangannya
Haruskah kutuliskan resep rindu ini
sebab tak tahan rasanya bila tak jumpa
Apa obatnya?
Hanya melihatmu lagi, kan menyadarkan ku dari efek sedativmu


15/122009
Annisa Rizki M

2 komentar: